Petikan daripada:
Risalah Dr Muhammad Badi'
dengan sedikit suntingan bahasa..
Wahai umat Islam
Sesunggunya kewajiban kita sebagai umat Islam terhadap Palestina dan peranan kita dalam membela sangatlah penting.
1. Kewajiban pertama kita adalah meluruskan niat kita, memperbarui iman kita, mengikatkan diri kita kepada Allah, meminta pertolongan kepada-Nya, bertawakal kepada-Nya di setiap amal dan jihad serta pengorbanan kita, kemudian meyakini bahwa jihad adalah puncak dari tingkatan Islam dan di sanalah harga diri dan kemuliaan kita.
2.
Setiap keluarga muslim harus menanamkan dalam hatinya dan hati anak-anaknya bahawa masalah utamanya, cita-citanya yang terbesar dan yang paling menyibukkannya adalah mengajarkan anak-anaknya tentang Palestina, mendidik mereka sejak dalam kandungan lagi untuk cinta kepada Allah, Rasul-Nya, serta cinta jihad di jalan Allah. Juga, mengajarkan kepada mereka bahwa cinta kepada Palestina dan masjid Al-Aqsha adalah bagian dari iman. Mereka harus diajarkan bahwa tidak ada persamaan antara jihad dan terorisme, dan bahwa jihad adalah perngorbanan untuk mengembalikan hak yang terampas, membela kehormatan dan mengusir penjajah sehingga kalimat Allah menjadi yang tertinggi. Mereka harus diajarkan bahwa terorisme adalah penjajahan terhadap negeri orang lain, merampas paksa kekayaan alam negeri lain, mengusir warganya yang aman, mengalirkan darah orang-orang yang bersalah, wanita dan anak-anak dari negeri mereka.
3. Wajib membantu dan mendukung bangsa yang terisolasi (terasing, terpencil dan terpisah) dengan segala kemampuan setiap masing-masing muslim. Dulu Ikhwanul Muslimin menyebutnya aksi “1 Qirsy (jenis mata uang Mesir dulu) untuk Palestina” hari ini setiap muslim harus menyisihkan (memperuntukkan) sebagian hartanya untuk membantu saudara mereka di Palestina yang terisolir namun dengan nama “1 Junaih (mata uang Mesir sekarang) Palestina setiap bulan minimal atau lebih.
Harus melatih anak-anak untuk menyisihkan (memperuntukkan) wang sakunya untuk mendukung anak-anak dan anak yatim Palestina yang terusir.
4.
Barangsiapa yang tidak mampu berjihad dengan harta maka
kewajibannya adalah dengan memenuhi hatinya dengan cinta kepada para mujahidin, cinta melihat keadilan kepada sebuah bangsa (dan) kewajiban menolong mereka, mendorong manusia untuk berinfak demi mereka, (dan juga) harus bangun malam dengan berdoa di tengah malam dengan segenap hati yang perih agar Allah mengangkap (mengangkat?) penderitaan mereka dan ditolong Allah. Sebab panah di tengah malam sangat tepat dan tidak akan salah bidikan.
“Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (At-Taubah: 91)
5. Ikut serta dalam aksi massa dan aksi solidaritas mendukung bangsa Palestina yang terisolasi dan mereka yang membela masjid Al-Aqsha dan tempat suci lainnya.
6. Menghubungi saudara-saudara kita di Palestina dengan telepon atau melalui jejaring informasi untuk mendukung mereka dan memberikan segala dukungan yang diperlukan untuk menghadapi musuh seraya berdoa.